BERANI BERUBAH: Dari Jualan Plastik, Restoran Fine Dining, Hingga Masakan Rumahan, Kisah Sukses Jonathan Siandy Bertahan di Masa Pandemi

BERANI BERUBAH: Dari Jualan Plastik, Restoran Fine Dining, Hingga Masakan Rumahan, Kisah Sukses Jonathan Siandy Bertahan di Masa Pandemi

Uppercut_Steakhouse_Restaurant_surabaya

Lika-liku bisnis Jonathan Siandy membangun bisnis dan terkena dampak virus corona.

Jonathan Siandy, terus berusaha di tengah pandemi yang membawa kesuksesan bagi usahanya.

Tak putus asa, Jonathan Siandhy berhasil bertahan di tengah pandemi yang melanda.

Di tengah pandemi virus corona yang melanda, banyak orang yang terkena dampaknya. Rasanya, tak ada bidang yang luput dari efek virus corona. Hal ini juga dirasakan oleh Jonathan Siandy, pemuda berusia 20 tahun asal Surabaya yang masih duduk di bangku kuliah Universitas Ciputra, Surabaya.

Di usianya yang masih produktif, Jonathan Siandy adalah sosok yang mandiri, ia sudah mendirikan bisnis sendiri di indstri food and beverage yakni dengan membuka garden restoran Deforest di Jl. Trunojoyo No. 91. Tempat ini adalah satu-satunya restoran berkonsep taman di Surabaya.

Sebelum membuka restoran, ia pernah menjadi seorang penjual plastik

Sebelum memulai bisnis ini, Jonathan Siandy adalah seorang penjual plastik dan akhirnya ia berhasil membuka restoran fine dining bernuansa taman yang sejuk, instagramable, namun tetap memanjakan lidah para penikmatnya dengan kombinasi sajian Indonesia dan Western.

Lika-liku bisnis Jonathan Siandy membangun bisnis dan terkena dampak virus corona.

Kembali ke kisah sebelumnya, Jonathan memulai bisnisnya dengan berjualan plastik. Tokonya yang sederhana menjajakan aneka ragam kemasan, kantong, dan kebutuhan bahan dasar plastik lainnya di daerah Pakuwon Surabaya sejak tahun 2018 lalu.

Dari toko plastik, Jonathan banyak belajar mengenai management dan serunya berbisnis hingga menemukan minatnya. Akhirnya, secara perlahan Jonathan mulai mengumpulkan modal untuk dapat mendirikan bisnisnya di bidang lain.

Dengan keyakinan dan konsep matang, dan memetik ilmu dari sang ayah yang memang sudah menekuni bisnis kuliner “Warung Ipang” akhirnya terbentuklah De Forest yang mulai dibuka untuk umum sejak bulam Maret 2020.

Namun, takdir berkata lain, peristiwa Covid-19 membuat bisnisnya terhambat. Sejak bulan April 2020, bisnisnya tidak melayani makan di tempat dan hanya memberlakukan delivery order saja.Untuk mempertahankan bisnisnya, Jonathan Siandy memutar otak agar bisa tetap menggaji para karyawannya.

Akhirnya, ia membuka Jo’s Kitchen, yakni sajian rumahan rasa bintang lima yang dapat mengobati kerinduan orang-orang untuk nikmati sajian nikmat dan berkualitas kala di rumah saja.

Menunya sangat beragam, mulai dari Ayam Kalasan, Ayam Panggang, Bebek Panggang, dan menu masakan rumahan lainnya. Dengan promosi dari mulut ke mulut dan melalui media sosial, bisnisnya kian berkembang.

“Seperti kata Papa saya, kalau ingin pengalaman belajarlah dari orang-orang saja, kayak cerita masa mudanya gimana, merintis gimana. Kalau perlu kita gak usah ngerasain susahnya gimana tapi kita lihat aja pengalaman orang yang sudah ngerasain” Ungkap Jo saat ditanya tanggapannya soal petuah dari orangtuanya yang selalu ia jadikan pegangan.

Dalam waktu dekat ini, Jonathan Siandy berencana untuk membuka cabang DeForest di daerah Eastcost Pakuwon City, dan akan membuka tempat gym yang ada cafe di area depannya.

Akan mengembangkan bisnisnya, Kini, De Forest sdah kembali buka dengan protokol kesehatan yang ketat. Untuk tetap bisa menjalankan bisnisnya, Jonathan berkomitmen untuk dapat memberi kualitas terbaik dengan promo, service, yang memuaskan, agar para pelanggannya senang.

Bagi Jonathan Siandy, pandemi bukanlah alasan untuk berhenti berusaha, namun inilah saatnya kita untuk memutar otak agar dapat hidup mandiri dan tidak merepotkan orangtua dengan tidak berhenti untuk terus berjuang dan berkreasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>