Bisnis Restoran dan Bar AS Mulai Terapkan New Normal

PELATIHAN RESTORAN – Restoran dan bar di berbagai negara mulai menerapkan the new normal di tengah pandemi corona yang belum tuntas. Penataan meja dan kursi tak lagi sama seperti sebelum pandemi. Tata letak meja dan kursi dibuat berjarak mengikuti aturan physical distancing.

Aturan menjaga jarak membuat setiap pengelola restoran harus mengurangi jumlah pelanggan di satu ruangan karena letak meja yang berjauhan. Meja makan antara satu pelanggan dengan pelanggan yang lain kini berjarak minimal dua meter.

Rstoran milik Blaiss Nowak yang berlokasi di Atlanta, Amerika Serikat, sudah mengikuti aturan tersebut sejak dibuka kembali pada akhir April lalu. Kapasitas tempat duduk restoran miliknya kini hanya untuk 24 orang dari semula 60 orang di satu ruangan.

Pengurangan kapasitas itu membuat jumlah pelanggan berkurang drastis dan berujungnya pada merosotnya pemasukan. Dari 200 orang menjadi 50 orang dalam semalam karena aturan physical distancing.

Dengan penurunan jumlah pelanggan ini, Nowak pesimistis usahanya bisa meraup untuk di tengah pandemi virus corona.

“Tidak akan ada keuntungan buat kami di saat pemberlakuan pembatasan sosial,” ucap Nowak seperti dilansir CNN, Senin (18/5).

Hal yang sama juga terjadi di Italia. Restoran pizza Gennaro Esposito Milano di Milan juga mereduksi kapasitas ruangan dari 94 orang sebelum pandemi virus corona menjadi hanya 29 orang.

Sedangkan seorang pemilik bar di Hong Kong, Gagan Gurung mengaku pandemi virus corona berdampak buruk bagi bisnis yang ia jalani. Bar Tell Camellia miliknya kini hanya bisa memuat 15 orang dari kapasitas normal untuk 30 orang.

“Bagaimana Anda bisa bertahan dengan 15 orang dengan jarak 1,5 meter? Ini jelas tidak sehat untuk sebuah bisnis,” ucap Gurung.

Selain restoran dan bar yang memilih beroperasi dengan mengikuti aturan physical distancing di tengah pandemi corona, mayoritas bisnis serupa memilih untuk tutup. Bahkan, pendiri dan CEO Union Square Hospitality Group Danny Meyer, mengungkapkan pihaknya sudah merumahkan 2.000 pegawai karena pandemi covid-19.

“Tidak ada minat atau ketertarikan dari saya untuk membuka ruang makan yang hanya setengah dari kapasitas normal, sementara semua orang masih melakukan pengecekan suhu tubuh dan menggunakan masker,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *