BPRD DKI Pantau Restoran Penghasil Pajak Rp 1,2 Miliar Per Bulan

pelatihan restoran – Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), kini, tengah mengupayakan Gelatopeningkatan pajak pada sektor pajak hotel dan restoran. Salah satunya dengan melakukan silent operation atau operasi senyap. Pasalnya, tingkat kepatuhan pajak hotel maupun restoran saat ini masih hanya mencapai 70 persen. Seperti yang dikatakan Kepala BPRD DKI Jakarta, Edi Sumantri bahwa pihaknya baru saja melakukan silent operation pada sebuah restoran mewah di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017). “Data yang kami peroleh restoran itu beromzet Rp 400 juta per hari dengan kewajiban pajak Rp 1,2 miliar per bulan. Kami pantau apakah omzet restoran tersebut benar hanya Rp 400 per hari? Atau lebih,” kata Edi di kantornya, Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).


Pasalnya, saat jam makan siang, terpantau pengunjung restoran yang baru buka pada Agustus 2016 lalu itu cukup padat. Belum lagi nanti pada jam makan malam. Sementara harga pada menu restoran itu juga cukup tinggi. “Seperti untuk buffet saja, per orangnya dikenakan harga Rp 475.000. Kita bisa menghitung nanti, sebenarnya berapa banyak omzet mereka yang sebenarnya,” katanya. Nantinya, pendataan bisa dilakukan melalui nota pembayaran yang dilakukan petugas BPRD. Akan dicocokkan dengan hasil penyerahan pendapatan pajak.

“Laporan penerimaan pajak dilakukan tanggal 15 setiap bulannya. Nanti kami cocokkan dengan melihat dari struk pembayaran yang diterima petugas kami. Sesuai atau tidak,” katanya.
Jika nantinya tidak sesuai pihaknya akan memberikan sanksi terhadap wajib pajak tersebut. Saat ini, pihaknya terus menyebar para petugas untuk melakukan silent operation itu.
“Untuk tugas ini memang kami tidak ada anggaran. Karena itu kami imbau kepada seluruh pegawai jika makan di restoran meminta struk pembayaran. Agar nantinya menjadi data dan bukti untuk pengecekan penerimaan pajak tersebut,” katanya.
Saat ini tingkat kepatuhan pajak restoran menurut Edi sudah cukup baik. Khususnya pada restoran franchise yang mencapai 100 persen tingkat kepatuhan. Namun, untuk restoran menengah, tingkat kepatuhannya baru mencapai 70 persen.
“Penerimaan pajak untuk restoran dan hotel ini cukup besar. Seperti pada tahun 2016, penerimaan pajak restoran mencapai Rp 2,6 triliun dan pajak hotel Rp 1,6 triliun. Sementara realisasi penerimaan pajak hingga 16 Februari 2017 saja, untuk pajak restoran sudah Rp 327 miliar dan pajak hotel Rp 172 miliar,” katanya.
Sementara jumlah wajib pajak untuk pajak restoran pada tahun 2016 sebanyak 7.932 restoran dan 2.068 hotel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *