Cara Mencegah Penularan Corona saat Makan di Restoran

Cara Mencegah Penularan Corona saat Makan di Restoran

w644

Pelatihan Restoran — Sejumlah restoran telah dibuka kembali untuk publik. Tapi jangan lengah, Anda tetap harus ingat bahwa makan di luar atau di restoran bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus corona penyebab Covid-19.

Betapa tidak, Anda tentu tidak dapat menggunakan masker saat makan. Menjaga jarak sosial sejauh dua meter pun dirasa agak sulit dipraktikkan di restoran.

Namun, dari semuanya, yang paling penting bisa Anda lakukan adalah tetap mengikuti protokol kesehatan dan berupaya untuk mengurangi risiko infeksi.

Melansir CNN, Kepala Divisi Penyakit Menular Buffalo University, Amerika Serikat, Thomas Russo berbagi beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan perhatikan untuk mengurangi risiko terinfeksi di restoran.

  1. Jarak ideal

Russo mengatakan, tak ada yang lebih baik dari jarak sejauh dua meter. Aturan ini didasarkan pada data mengenai kemampuan droplet dalam menyebarkan virus.

Data menemukan, partikel dalam droplet cenderung mengendap di udara sejauh jarak dua meter. Namun pada beberapa kasus, aerosol dapat menyebarkan virus pada jarak yang lebih jauh.

Kondisi ini diperparah dengan keberadaan kipas angin atau AC di dalam ruang restoran yang akan membuat partikel bergerak lebih jauh. Hal ini terbukti dalam sebuah laporan dari China yang menemukan bahwa orang yang terinfeksi dan duduk di bawah AC dapat menularkan virus pada mereka yang duduk dengan jarak lebih dari dua meter.

  1. Sekat di antara meja dan tetap terapkan protokol kesehatan

Anda boleh saja jika sudah tak tahan mencicipi makanan buatan restoran favorit. Namun, akan lebih baik jika Anda memilih restoran yang telah memasang sekat pemisah di antara meja. Sekat pemisah dapat mengurangi risiko penularan.

Selain itu, pemeriksaan terhadap tamu dan karyawan juga penting dilakukan. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebenarnya telah menetapkan protokol kesehatan di restoran, termasuk pemeriksaan karyawan dan pelanggan sebelum memasuki area restoran.

Namun, perlu diingat bahwa virus corona memiliki masa inkubasi. Artinya, seseorang yang terinfeksi baru akan mengembangkan gejala setelah beberapa hari terpapar virus. Dengan begitu, protokol kesehatan seperti masker, pelindung mata, menjaga jarak fisik, dan rajin mencuci tangan tetap menjadi langkah penting pencegahan di mana pun, termasuk di restoran.

Suasana di Rumah Makan Bumi Aki, Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 2 Juni 2020. Sejumlah restoran dan rumah makan di Kota Bogor mulai membuka layanan makan di tempat dengan protokol kesehatan ketat setelah penerapan PSBB Kota Bogor memasuki masa transisi hingga 4 Juni 2020 guna mencegah penyebaran Covid-19. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaIlustrasi. Protokol kesehatan tetap harus dipraktikkan selama berada di restoran demi mencegah penularan virus corona. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

  1. Tak perlu peralatan makan sekali pakai

Banyak orang khawatir bahwa virus bisa menempel pada permukaan alat makan yang digunakan oleh banyak orang. Namun, Russo menegaskan bahwa proses mencuci peralatan makan bisa menonaktifkan virus apa pun yang menempel. Jadi, Anda tak perlu meminta pelayan untuk menyajikan makanan dengan menggunakan peralatan makan sekali pakai.

Selain itu, perlu diketahui pula bahwa penularan Covid-19 terjadi jika virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, dan mata. Jika Anda menyentuh permukaan yang terpapar, tapi tidak menyentuh mulut, hidung, dan mata, maka Anda tetap aman. Dengan demikian, jangan ragu untuk mencuci tangan sebelum menyentuh mulut, hidung, dan mata.

  1. Virus umumnya nonaktif saat proses memasak

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah virus dapat menular melalui makanan? Russo menegaskan, risiko terinfeksi virus corona dari makanan sangat-lah rendah.

SARS-CoV-2 merupakan virus pernapasan yang metode penularan utamanya terjadi melalui saluran pernapasan dan mata. Penularan, sebut Russo, tak dapat terjadi melalui perut atau saluran pencernaan.

Selain itu, virus juga ditemukan tidak terlalu stabil untuk berada di banyak lingkungan yang berbeda. Jika makanan terkontaminasi selama persiapan, suhu memasak bisa menonaktifkan virus.

Penggunaan masker dan menjaga kebersihan tangan oleh pegawai restoran seharusnya dapat mengurangi risiko kontaminasi makanan secara signifikan.

  1. Duduk di area outdoor atau drive-through

Russo mengatakan, drive-through menjadi cara paling aman bagi Anda yang ingin menikmati sajian makanan di restoran. Interaksi hanya dengan satu orang dan menggunakan masker adalah situasi berisiko rendah terhadap penularan.

Makan di area luar ruangan juga lebih aman daripada di dalam ruangan. Tapi, harus diingat, tetap menggunakan pelindung mata dan masker saat aktivitas makan selesai akan mengurangi risiko terinfeksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>