Corona Sudah Masuk RI, Ini Saran Pengelola Hotel-Restoran

Corona Sudah Masuk RI, Ini Saran Pengelola Hotel-Restoran

2.-Bengawan-Keraton-at-the-Plaza-Jakarta

Kondisi ini menjadi perhatian oleh pengusaha hotel maupun restoran. Sebagai sektor yang menunjang pariwisata dengan pergerakan manusia yang dinamis, aktivitas bisnis hotel dan restoran rentan dalam penyebaran virus.

Pengusaha di bawah Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) memberikan saran, di antaranya menjaga jarak antara tiap bangku di setiap restoran.

“Restoran yang jaraknya (bangku) satu meter lebih mungkin tidak begitu riskan. Karena yang berisiko menular jaraknya dekat, kurang dari satu meter. Jadi ini perlu perhatian,” kata Penasihat PHRI Sudrajat kepada CNBC Indonesia, Senin (27/2).

Ia menilai industri perhotelan maupun restoran memang perlu meningkatkan kewaspadaan yang lebih dalam antisipasi penyebaran virus corona. Namun, ia berharap masyarakat pengguna jasa juga bisa lebih peduli dengan pencegahan.

“Bukan hanya pengusaha, masyarakat harus mulai waspada jaga-jaga supaya tidak tertular dengan wabah yang sangat masif,” kata mantan Wakil Ketua PHRI ini.

Sudrajat berharap pemerintah juga terus memberikan layanan yang cukup untuk pengaduan masyarakat menyusul kasus positif. Misalnya layanan hotline yang disediakan tidak siaga selama 24 jam. Padahal dengan kondisi genting seperti ini, arahan pemerintah sangat dibutuhkan.

“Akan lebih baik karena nggak semua masyarakat paham maka diharapkan pemerintah secepatnya arahan apa yang dilakukan dihindari secara terbuka masif sehingga publik bisa memahami,” katanya.
Bisnis Hotel Terpukul
Sebelum ditemukannya virus ini secara positif di Indonesia, sektor hotel dan restoran memang sudah sangat terpukul. Sehingga dengan adanya kasus yang positif maka akan menambah berat situasi.

“Kondisi sebelum ada Breaking News ini, hotel udah berat. Bukan hanya karena corona, tapi ekonomi melemah akibatnya okupansi turun. Adanya corona makin menjadi-jadi. Turis asing menurun, jauh dan jauh sekali,” kata Sudrajat.

Ia memperkirakan sektor ini akan menghadapi guncangan yang kian berat. Salah satu okupansi yang terasa anjlok terjadi di daerah wisata seperti Manado. Ia menilai, penurunannya sangat terasa.

“Daerah Manado sebelum virus corona ini bisa 90% (okupansi). Ada corona jangan-jangan di bawah 30%, jangan-jangan kita juga belum lihat detil, berat. Jateng mungkin agak mending karena ada jalan darat dan sebagainya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *