Konsumsi Kopi Dunia Diprediksi Melonjak

Pelatihan Barista Kopi | Pelatihan Restoran

barista(3)Permintaan kopi dunia meningkat hingga hampir 25% dalam lima tahun ke depan. “Konsumsi meningkat karena masyarakat India, Cina, dan Amerika Latin kian [bersikap] kebarat-baratan,” ujar Roberto Silva, direktur eksekutif organisasi kopi internasional. Permintaan biji kopi ditaksir naik dari 141,6 juta kantong menjadi 175,8 juta kantong pada 2020. Tiap kantong memiliki berat sekitar 60 kg.Produksi kopi dunia secara keseluruhan diperkirakan akan turun menjadi sekitar 141 juta kantong pada masa panen tahun ini ketimbang 2014 yang mencapai 146,7 juta kantong menyusul efek kekeringan di Brasil dan jamur tanaman merusak komoditas tersebut di Amerika Tengah.

“Dunia tak lagi dapat terus berharap kepada Brasil,” ujar Silva. Menurutnya, Brasil tengah mengalami musim kering lanjutan. Kali ini yang terimbas adalah daerah yang menanam kopi jenis robusta. Dibandingkan dengan arabica, rasa robusta lebih pahit dan harganya lebih murah.

Menurut badan cuaca Brasil, curah hujan di wilayah Espirito Santo, daerah penghasil robusta, dalam sepekan mendatang diprediksi masih rendah.

Produksi kopi dari Vietnam, India, dan Indonesia takkan cukup menstabilkan pasar tahun depan, ujar Judith Ganes Chase, kepala firma konsultasi komoditas AS, J. Ganes Consulting. Ujungnya, persedian kopi dunia kemungkinan akan turun sekitar empat juta kantong mulai 1 Oktober.

Terhambatnya pasokan kopi biasanya akan mendongkrak harga. Selain itu, pasar juga mengalami fluktuasi mata uang.

Mata uang Brasil, real, diperdagangkan dengan nilai terendah dalam satu dasawarsa terakhir terhadap dolar AS. Produsen dan pengekspor dari Brasil cenderung menjual kopi saat real melemah demi menangguk untung lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *