Melepas Stres di Kafe Kucing The Cat Cabin

Pelatihan Restoran dan KAFE

Dua kafe kucing dibuka di kawasan pusat hiburan malam, Kemang, Jakarta Selatan. Setelah Cutie Cats Cafe pada 12 Februarcati 2015, The Cat Cabin hadir dua hari kemudian.The Cat Cabin berlokasi di Jalan Kemang Raya nomor 31. Kafe kucing ini memiliki ruangan lebih luas ketimbang seniornya, sekitar 12×5 meter dengan desain yang lebih ramah pengunjung. Sofa dan kursi diletakkan berjarak lebih dari dua meter sehingga tercipta jarak antar tamu. Namun, koleksi kucing mereka lebih sedikit, hanya sepuluh–ras Persia dan campuran Persia-lokal. Cat Cabin banyak mengadopsi kucing dari pemilik yang hendak membuang kucing mereka.

Muhammad Rizal, 25 tahun, pelayan di sana, menunjuk Nona, kucing kampung yang menghabiskan petang itu dengan tidur meringkel. “Dia tadinya mau di suntik mati, karena pemiliknya tidak mau memelihara lagi,” katanya, seperti ditulis Koran Tempo, Jumat, 6 Maret 2015.

Nona juga diduga kerap disiksa. Terlihat dari kuping kanannya yang belah dan kaki kiri belakangnya yang pincang. Dua bulan di Kemang, betina yang berumur 6 bulan itu menjelma jadi kucing cantik, bersih, dan gemuk. Cat Cabin, Rizal melanjutkan, akan menambah koleksi mereka, baik lewat pembelian dan membuka pintu untuk adopsi.

Kebanyakan pengunjung, bisa ditebak, pecinta kucing. “Tapi, aku enggak boleh pelihara di rumah,” kata Anindita Sundawardani, 22 tahun. Tahun lalu, mahasiswi akuntasi Universitas Indonesia itu memiliki seekor kucing kampung di rumahnya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Lantas, pamannya datang dan tinggal di sana. “Om aku galak dan suka tendang-tendang kucing.” Dengan berat hati, Anindita melepas binatang kesayangannya itu ke kerabatnya. Senyumnya kembali terkembang di Cat Cabin. Dalam tempo kurang dari sebulan, Anindita dua kali menyambangi Kemang untuk melepas kerinduannya pada si meong. “Bisa melepas stres kuliah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *