Mengunjungi Restoran Milik Chef Asal Indonesia di Sydney, KOI Dessert Bar

Pelatihan Restoran – “Hari ini kita akan mengunjungi KOI Dessert Bar,” ujar pemandu tour Jim hari ini Sabtu (2/6/2018). Pertama kali mendengar namanya terlintas restoran ini milik seorang yang berasal dari Jepang. Namun tidak, restoran ini adalah milik Poernomo bersaudara yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Ronald, Arnold, dan Reynald Poernomo adalah pemilik lengkapnya. Kakak beradik ini mengembangkan bisnis restoran sejak 10 Januari 2016 lalu. Ketiganya mengawali dari garasi rumah. “Tanggal 10 Bulan Januari 2016, 2 tahun lewatlah,” ujar Ronald yang ditemui di KOI Dessert Bar.

Kafe dan restoran minimalis ini terletak di 46 Kensington St, Chippendale NSW 2008. berkesempatan mengunjunginya. KOI Dessert Bar memiliki bentuk bangunan kotak di mana sekelilingnya adalah kaca bening. Seluruh aktivitas di dalam hampir terlihat dari luar. Tempat santap ini memiliki 2 lantai.

Lantai satu menjadi tempat menyajikan dessert serta dapur. Deretan dessert atau makanan manis penutup itu, disusun rapi di meja kaca bening berbentuk kotak di depan pintu masuk. Pelanggan dapat langsung menunjuk cake kesukaan mereka, lalu pelayan mengambilnya, dan pelanggan bebas membawanya dan memilih tempat duduk di luar kafe maupun di lantai 2. Lantai satu ini pula dilengkapi dengan konsep dapur terbuka di mana semua kegiatan pembuatan cake atau makanan terlihat. Sementara lantai 2 digunakan untuk tempat santap dessert maupun dining pada malam harinya.

Ada lebih dari 10 dessert yang disajikan di ruang kaca itu. Namanya ada Citrus Jar, Red Cracker, Passion Colada, Apple, Pear, Strawberry Bells, Nomtelia, Strawberry Pillow, Black Sesame, Smooth Strawberry, Mango Yuzu.

Bentuk dan warna sudah cukup menggoda.

“Di sini untuk dessertnya itu orang banyak suka ada 3, Mango Yuzu, Nomtelia, dan Strawberry Pillow,” ujarnya.

Setiap dessert dihargai mulai dari 10 AUD atau 100ribu sampai 12,5 AUD atau 125ribu.

Tak hanya menyediakan dessert, KOI Dessert Bar juga menyediakan minuman berupa kopi.

“Rasa manisnya (dessert) pas gak kemanisan dan lembut. Keliatan dari luar saat mengawali pemotongan pertamanya (dessert),” ujar Maria, pengunjung kafe asal Indonesia.

Ronald menceritakan telah lama keluarga besarnya bergelut dengan bisnis kuliner.

Di mulai dari sang nenek yang membuka restoran di Kupang, NTT bernama Rotterdam.

Ia dan saudara kandung telah terbiasa tinggal di lingkungan restoran serta menghabiskan masa kecil di dapur.

“Oma dulu punya restoran di Kupang, namanya Rotterdam. Mama orang kupang. Setelah itu parent pindah ke Surabaya dan punya restoran. Dari kecil kita grow up, mainnya di dapur dan restoran,” ungkap pria yang mengenakan baju hitam.

Pria ramah ini mengatakan kedua orang tuanya pernah menyatakan ketidaksetujuan anak-anak mereka mengikuti jejak untuk memiliki restoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *