Pizza Hut Indonesia undang media ke gudang dan dapur restoran

Menanggapi pemberitaan BBC Indonesia dan Tempo terkait dugaan penggunaan bahan-bahan kedaluwarsa di Marugame Udon dan Pizza Hut di Indonesia, PT Sari Melati Kencana yang mengelola Pizza Hut di Indonesia, mengundang media ke tempat penyimpanan dan pengolahan bahan makana160907104951_gudang_smk_640x360_bbcindonesian jaringan restoran tersebut.Awak media termasuk tim BBC Indonesia dibawa ke gudang milik PT. Kiat Ananda Cold Storage di Bantargebang, Bekasi. Disambut oleh manajemen PT Sarimelati Kencana, mereka menjelaskan bagaimana prosedur pemesanan bahan makanan yang dimulai dari perkiraan angka penjualan (sales forecasting) hingga pengiriman ke gerai-gerai restoran Pizza Hut dan Pizza Hut Delivery.

Disebutkan juga bahwa produk-produk yang disimpan di gudang dirotasi berdasarkan sistem mana yang masuk pertama akan keluar pertama (First In First Out).Gudang penyimpanan beku ini melayani baik PT Sarimelati Kencan, pengelola Pizza Hut, dan PT Sriboga Marugame Indonesia, pengelola merek Marugame Udon di Indonesia

Direktur Komersial PT Kiat Ananda Cold Storage, Hendri Hendarko, mengukuhkan bahwa polisi telah datang memeriksa gudang PT Sriboga Marugame Indonesia namun tidak dapat mengkonfimasi terjadinya penyitaan yang dilakukan polisi.

“Kalau kepemilikan produk masing-masing, harus sama pemiliknya. Katakanlah ekstrem, itu milik polisi, nanti tanya sendiri ke polisi,” kata Hendri Hendarko.

Beda perusahaan

General Manager PHD Indonesia, Andrias Chandra, berkata bahwa dia tidak mengetahui bagaimana prosedur penyimpanan di PT Sriboga Marugame Indonesia meski beroperasi di bawah payung yang sama dan menyimpan di gudang yang sama.

“Beda perusahaan, beda orang yang running hariannya. Saya di sini, kapasitas saya, yang saya pahami hanyalah PT Sarimelati Kencana”, kata Andrias Chandra.

Andrias Chandra juga menegaskan bahwa PT Sarimelati Kencana tidak pernah menggunakan bahan-bahan kedaluwarsa.

Sebelumnya kepada BBC Indonesia, Direktur Pemasaran Pizza Hut Asia yang berbasis di Singapura, Pankaj Batra, menulis lewat surel:

“Perpanjangan masa simpan dapat disetujui oleh bagian QA pemegang franchise lokal hanya setelah mereka menerima rekomendasi tertulis dari produsen atau pemasok untuk mengkonfirmasi bahwa masa simpan dapat diperpanjang, dan tidak ada risiko keamanan. Bagian R&D atau QA juga diharapkan melakukan uji sensorik internal,”

“Pemegang franchise Indonesia kami telah mengkonfirmasi bahwa proses tersebut telah dilakukan.”

Terhadap pernyataan itu, Andrias Chandra bersikukuh: “Dikatakan Pizza Hut Indonesia ‘dapat…’ Tapi hanya karena kami ‘dapat’ bukan berarti kami melakukannya.”

Setelah itu awak media dibawa ke dapur Pizza Hut di gerai Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.Dapur tampak sangat bersih dan diorganisir dengan baik. Di gudang dry goods di dapur, inventaris makanan dilengkapi dengan label masa simpan.

Sebelumnya, BBC Indonesia mendapat surel dari manajemen PT Sriboga Marugame Indonesia.

“E-mail yang Anda sebutkan berasal dari mantan karyawan Sriboga Ratu Raya yang tidak memiliki reputasi serta rekam jejak kerja yang baik, di mana e-mail tersebut berisikan tuduhan tak berdasar dan tanpa adanya pengertian mengenai proses penjaminan kualitas (quality assurance).”

“Mantan karyawan tersebut tidak pernah bekerja di divisi QA. Respons yang diberikan oleh manajemen kami terhadap e-mail tersebut sangat jelas dan bahwa mantan karyawan tersebut harus berhati-hati dalam mengeluarkan tuduhan tidak berdasar dan tanpa bukti mengenai proses penjaminan kualitas perusahaan.”

Untuk itu BBC Indonesia kembali mengajukan permintaan wawancara tatap muka dengan manajemen PT. Sriboga Marugame Indonesia, namun belum direspons hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *