Restoran Italia Harus Bayar Kompensasi Jutaan Rupiah ke Komedian karena Insiden Rasis

dagingSEORANG pelayan di restoran memiliki tugas untuk melayani kebutuhan pengunjung terutama soal makanan dan minuman, namun etika dan sopan santun juga jadi hal utama yang harus diperhatikan. Jangan sampai karena pelayanan tidak memuaskan, restoran kehilangan nama baik dan harus memberikan uang kompensasi kepada pengunjung.Seperti yang dialami sebuah restoran yang cukup ternama di Ohio, Olive Garden. Restoran ini dengan terpaksa harus rela menyumbangkan sejumlah uang karena payananan tidak memuaskan yang dilakukan oleh seorang pelayannya. Adalah Ricky Smith, seorang komedian yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan kemudian menyebarkan kabar negatif di media sosialnya.Dilansir dari Foxnews, Sabtu (3/12/2016), Selasa lalu Smith bersama teman-temannya menyambangi restoran yang berlokasi di Parma, Ohio, namun dirinya mendapatkan perlakuan tidak baik dari pelayan restoran lebih ke arah rasisme. Smith yang berdarah Afrika Amerika ini mengatakan bahwa pelayan yang melayaninya mengatakan dengan santai bahwa ia tidak suka melayani orang kulit hitam.

“Saya tidak suka melayani orang berkulit hitam,” kata pelayan yang ditirukan Smith. Padahal menurut pria ini, pelayannya juga berkulit hitam.

Tak tinggal diam, Smith menyampaikan keluhannya ini kepada manager restoran dan meminta pelayan baru. Namun jawaban dari manager bukanlah sebuah solusi karena Smith diminta tetap pada satu pelayan atau pergi meninggalkan restoran.Malam harinya Smith membeberkan insiden ini lewat media sosial twitternya. Bahkan Smith juga sudah melaporkan perbuatan tidak menyenangkan ini ke pihak kepolisian.Langkah yang diambil Smith ternyata tidaklah salah, pihak restoran yang mendengar kicauan Smith langsung meluncurkan permintaan maaf sekaligus memberikan kompensasi yang jumlahnya tidak sedikit yakni USD5.000 atau sekira Rp67 juta untuk sumbangan ke yayasan amal.

Selain permintaan maaf yang tertulis resmi, Direktur Senior Olive Garden, Rich Jeffers mengatakan sebuah pernyataan klarifikasi. “Tujuan utama kami adalah untuk menghadirkan suasana yang ramah bagi seluruh pengunjung. Kami menganggap ini adalah insiden serius dan diskriminatif sehingga tidak bisa ditolerir,” kata Jeffers.

Selain itu, pelayan dan manager yang terlibat dalam kasus ini tengah mendapat tindakan tegas untuk diliburkan sampai proses pemeriksaan selesai. “Wakil presiden eksekutif Olive Garden membuka tangan kepada Bapak Smith meminta maaf dan mengundang untuk datang lagi ke restoran. Pelayan dan manager yang terlibat tengah dirumahkan hingga proses hukumnya selesai,” lanjut Jeffers.

Smith juga mendapat keuntungan karena selain perlakuan spesial dari restoran, Smith mendapat sebuah kartu berisi USD1.000 atau sekira Rp13 juta untuk makan. Meski senang, Smith mengaku akan menggunakan fasilitas makanan ini untuk masyarakat yang kurang mampu.

 

 

 

 

 

(ndr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *