Restoran Jadi Korban Pertama Larangan Merokok di China

Restoran Haidilao di distrik Chaoyang yang terkenal di China, Selasa, 2 Juni 2015, menjadi ‘047368600_1429938477-restoran-2korban’ pertama diberlakukannya larangan merokok yang lebih ketat oleh pemerintah China.Dilansir dari laman Shanghaiist, Rabu, 3 Juni, sekitar 1.000 pengawas dikerahkan ke jalan-jalan di Beijing, untuk melacak bukti sekecil apa pun, yang dapat mengungkap pelanggaran larangan merokok.Para petugas ‘polisi kesehatan’ itu telah dilatih secara khusus oleh Biro Pengawas dan Pemeriksa Kesehatan Beijing. Mereka tidak boleh melewatkan bukti sekecil apa pun, seperti puntung dan abu rokok.Mereka menemukan satu puntung rokok dalam toilet pria, di restoran Haidilao. Lebih parah lagi, mereka mendapatkan bahwa poster larangan merokok di restoran itu tidak dilengkapi dengan nomor telepon pengaduan.

Sekalipun terbukti bersalah, restoran itu masih diberi kesempatan, hanya dengan mendapat peringatan dan dipermalukan. Para pengawas mengatakan akan kembali datang dalam beberapa hari.

Jika kesalahan terulang, pemilik akan dikenakan denda sebesar 10.000 yuan. Langkah itu dinilai keras tapi adil. Pemilik restoran, Wang Bin, mengatakan mereka akan mematuhi regulasi pemerintah.

China memperlakukan larangan merokok baru yang sangat ketat, dengan larangan di semua tempat publik bahkan termasuk bar dan klub malam. Denda dalam jumlah besar menjadi ancaman.

Pada regulasi sebelumnya, denda hanya sebesar 10 yuan dan gagal memberi efek jera. Kini nilai denda dinaikkan menjadi 200 yuan. Para pelanggar juga akan dipermalukan, dengan dipampangnya nama mereka di situs pemerintah.

Sebelum Beijing, Shanghai telah lebih dulu menerapkan pengetatan larangan merokok, pada 2010. Shanghai disebut cukup sukses menerapkan larangan, serta merubah kebiasaan publik di kota itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *