Restoran Pecel Madiun Hidangkan Konsep Rumahan

Pelatihan Restoran dan Rumah Makan

rumah makanPecel, makanan yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, selalu saja mengundang rasa penasaran orang untuk mencicipi. Apalagi pecel Madiun. Jika dilihat dari jalan raya, restoran ini tak tampak jelas, karena dirimbuni pepohonan hijau nan sejuk. Namun, kalau sudah melongok ke dalam, restoran yang mengusung konsep rumahan ini, Pecel Madiun yang terletak di Jl. Raya Ciater Barat, Rawa Buntu, Serpong- Tangerang Selatan, ini juga memunyai taman dan ruang bermain anak.Soelistyowati, pemilik rumah makan Pecel Madiun menjelaskan sejarah dari restoran ini dulunya hanyalah kebun biasa, kemudian sering dipinjam untuk out bond, acara kumpul-kumpul, dll. Selanjutnya, mereka yang sering melakukan aktivitas tersebut memintaku untuk jualan makanan.

“Lantas, keinginan itu saya sambut dengan membuka restoran dengan modal 4 meja 20 kursi. Dari situlah kemudian, setiap ada keuntungan dipakai untuk membangun serta melengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan,” jelasnya.

Sejak awal berdiri hingga sekarang, restoran tersebut menghidangkan panganan tradisional Jawa, khususnya Madiun, yaitu pecel Madiun. Perempuan setengah baya ini memaparkan kalau rumah makan ini berdiri pada 27 Agustus 2005. Dengan kata lain, sekarang usianya hampir 10 tahun. “Untuk memertahankan kelezatan rasanya, rumah makan ini tidak punya cabang, meski tawaran untuk membuka cabang sudah banyak,” paparnya.

Restoran yang biasa digunakan sebagai tempat arisan, rapat, perayaan ulang tahun, bahkan resepsi pernikahan tersebut secara interior menampilkan perpaduan motif Jawa klasik, Tiongkok, dan modern. Menyoal taman dan rerimbunan tanamannya, Soelistyowati menjelaskan kalau kehadiran taman serta tanaman itu sesuai dengan hobi yang melestarikan tanaman.

Tak salah, bila pengunjung yang datang ke sini suka karena banyak tanaman dan kebun. Kata, Soelistyowati, tata ruang dan taman serta segala hal yang disuguhkan di restoran tersebut secara langsung maupun tidak langsung memberikan inspirasi bagi para pelanggannya. Baik inspirasi dalam berkarya maupun membuka usaha.

Restoran yang buka dari pukul 10.00 pagi hingga 17.00 Wib ini dibagi dalam sembilan ruangan. Ruang muka bisa menampung 30 pengunjung. Selain itu, restoran ini juga punya ruang baru yang bisa menampung 40 hingga 50 orang. Selanjutnya adalah ruang tengah yang bisa menampung 30 tamu, ruang tengah sayap kiri bagian belakang yang dipenuhi meja-meja marmer bisa menampung 30 pengunjung.

Selain fasilitas ruangan yang cukup banyak, restoran itu juga dilengkapi toilet, mushola, jaringan internet, dll. Soelistyowati menjelaskan, kalau ke depan restoran ini akan mengalami perkembangan yang cukup signifikan, terutama dari segi bentuk dan pasar.

Bagian belakang restoran ini, tak lama lagi segera akan dibangun apartemen. Tentunya, apartemen yang ramah lingkungan dan tidak menampikkan keberadaan makhluk sosial yang hidup serta kearifan lokal di sekitarnya.

“Nah, kalau apartemennya sudah jadi, para penghuni apartemen bisa langsung mengakses restoran ini dengan mudah dan cepat. Kalau sudah begitu, restoran ini akan buka hingga malam hari,” pungkasnya.  fed/R-2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *