Rumah Makan Di Tanjungpinang Belum Kantongi Sertifikat Halal

Pelatihan Persiapan Sertifikasi Halal Bagi Restoran

Sebagaian besar rumah makan dan restoran di Tanjungpinang, Provinsi Kepri tidak memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini membuat warga menjadi ragu untuk menyantap masakan yang dijual bebas di rumah makan tersebut.  Dari pantauan Tribun disebagaian besar rumah makan di Tanjungpinang tidak memajang sertifikat halal diruang makannya. Hanya sebagian kecil rumah makan saja yang makanan-halalmemajang sertifikat halal dari MUI.”Seharusnya Pemko memasukkan syarat perizinan rumah makan harus mengantongi sertifiat halal,” kata Lutfi warga Batu 11 Tanjungpinang, Senin (12/10/2015). Namun menurutnya, selama ini, Pemko Tanjungpinang terkesan menyepelekan hal tersebut. Selain itu, tidak ada tindakan atau sanksi yang diberikan kepada rumah makan yang tidak mengantongi sertifikat halal.“Harusnya diberi peringatan, bila perlu sanksi, cabut izinnya,” katanya.Selain rumah makan, beberapa produk makan dan minuman dalam kemasan juga tidak mencantumkan lebel halal. Namun beredar luas kalangan masyarakat Tanjungpinang. Menanggapi ini, Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul mengatakan akan segera membentuk tim gabungan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan MUI untuk menyisir rumah makan, restoran dan tempat jualan makanan di Tanjungpinang. “Lebel ada tapi tidak ada seertifikat halalnya. MUI tidak pernah mengeluarkannya,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *