Siapa Bilang Kafe Perancis Pasti Mahal?

Pelatihan Manajemen Kafe dan Kedai Kopi

kafe prancisTahun ini genap sudah 25 tahun Oh La La Cafe hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Kafe bertema Perancis ini tetap eksis di tengah-tengah persaingan dalam industri food and beverage (F&B) yang kian ketat dan berkembang pesat. Menurut Nerry Tandean selaku Presiden Direktur Oh La La Cafe, jaringan kafe yang dipimpinnya merupakan brand asli Indonesia. Pada masa awal berdirinya Oh La La Cafe, Nerry ingin menampilkan gambaran sebuah kafe dan restoran Perancis yang berbeda dari kafe dan restoran Perancis yang selama ini sudah hadir di Indonesia.

“Oh La La Cafe pertamanya adalah tema restoran Perancis. Kita mau menciptakan restoran Perancis yang murah karena dulu restoran Perancis pasti fine dining. Saya mau menyajikan restoran Perancis yang harganya terjangkau,” tutur Nerry ketika berbincang dengan Kompas Female di sela-sela pembukaan Oh La La Cafe Setiabudi One, Selasa (7/4/2015).

Nerry mengungkapkan, dari sisi pengunjung, Oh La La Cafe pun mengalami perubahan pula. Sebelum melakukan rebranding, sebagian besar pengunjung merupakan generasi yang lebih senior, yakni berusia sekitar 35 hingga 40 tahun ke atas. Bagi Nerry, rentang usia pelanggan yang dapat dikatakan “tua” ini kurang menguntungkan bagi bisnis kafe karena akan membuat kafe menjadi tua pula.

Oleh sebab itu, Nerry dan pihaknya memutuskan untuk melakukan rebranding Oh La La Cafe. Dengan semangat yang baru, termasuk mengganti logo, maka Oh La La Cafe pun menjangkau segmentasi pasar yang baru. Ya, generasi muda dan kaum urban yang hidup di kota-kota besar.

“Kita menjangkau kalangan muda, eksekutif muda. Kita upgrade konsep dan outlet, kita menciptakan menu-menu baru. Kita tampilkan juga makanan-makanan yang sedang “in” dan digemari masyarakat,” ujar Nerry.

Pembaruan pun dilakukan dari sisi rasa makanan. Nerry menjelaskan, secara berkala timnya melakukan pembaruan menu agar para pelanggan tidak merasa bosan dan kafe tidak terlihat monoton. Sebab, bagi industri makanan yang digelutinya, Nerry menyadari betul betapa pentingnya unsur rasa pada makanan.

“Bagian riset di central kitchen kami terus menciptakan makanan dan menu baru. Soalnya, yang membedakan satu kafe dengan kafe yang lain adalah makanan. Kita jaga kualitas, karena makanan bisa sama tapi kalau konsisten dengan rasanya, pasti orang akan datang kembali,” jelas Nerry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *